Beranda arrow Arsip Berita arrow Publikasi IDSPS arrow Mei, Putaran Pertama Pembicaraan AS-Rusia

Mei, Putaran Pertama Pembicaraan AS-Rusia

Cetak E-mail
Ditulis Oleh Kompas, 28 April 2009.   
Selasa, 28 April 2009
MOSKWA, KOMPAS.com — Para pejabat Rusia dan AS akan bertemu di Moskwa bulan depan untuk putaran pertama pembicaraan menggantikan perjanjian pengawasan senjata nuklir era Perang Dingin. Hal ini dikatakan Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (27/4).
  
Kedua belah pihak "sepakat mengadakan putaran pertama pembicaraan kedua delegasi penuh antara 18 dan 20 Mei", kata kementerian itu dalam satu pernyataan.
  
Awal April, Presiden AS Barack Obama dan timpalannya dari Rusia, Dmitry Medvedev, berjanji mengusahakan perjanjian pengganti bagi Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) saat perjanjian itu berakhir Desember.
  
Tanggal bagi pembicaraan itu ditetapkan dalam kontak resmi pertama di Roma, Jumat, yang ditujukan untuk meratakan jalan bagi pembukaan pembicaraan menyusul instruksi dari pemimpin AS dan Rusia.
  
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan, pertemuan Roma telah berlangsung dalam "suasana konstruktif". "Ada pertukaran pendapat yang terperinci dan jujur mengenai sifat pembicaraan yang akan datang itu. Masalah penting yang akan dibicarakan pada pembicaraan yang akan datang telah jelas," kata pernyataan kementerian tersebut.
  
Menurut Duta Besar AS untuk Rusia John Beyrle kepada radio Echo of Moscow,
Menlu AS Hillary Cliton dan timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov, juga akan membicarakan START dalam pertemuan di Washington pada 7 Mei dan 19 Mei di Brussels sebagai bagian dari pembicaraan Rusia-NATO. Perjanjian mengenai perjanjian itu, yang dianggap sebagai dasar pengawasan senjata strategis, hanya membuat sedikit kemajuan pada masa mantan Presiden George W Bush.
  
START, yang ditandatangani pada 1991, menetapkan batas yang ketat terhadap jumlah rudal dan hulu ledak dalam arsenal nuklir AS dan Rusia, yang menghasilkan pengurangan besar dalam arsenal nuklir kedua belah pihak. Namun perjanjian itu akan berakhir pada 5 Desember tahun ini.
  
Para pejabat Rusia telah memberikan isyarat campur aduk mengenai kesiapan negara itu untuk menanggapi seruan Obama untuk mengurangi secara besar-besaran senjata tersebut dan pada akhirnya dunia bebas nuklir. "Karena hanya kekuatan nuklir yang menggunakan senjata nuklir, AS memiliki tanggung jawab moral untuk bertindak," kata Obama pada pidato di Praha pada 5 April. "Kami tidak dapat berhasil dalam usaha keras ini sendirian, tapi kami dapat memimpinnya."
  
Senin lalu, Medvedev menekankan dalam kunjungan ke Helsinki mengenai pentingnya pengurangan senjata, dan memberi kesan Moskwa dan Washington dapat mengurangi persediaan senjata mereka dengan perjanjian baru. "Dalam perjanjian itu, yang akan menggantikan perjanjian START, penting untuk membatasi sistem pengiriman hulu ledak nuklir dan tidak hanya kuantitas hulu ledak itu sendiri,  dengan memperhitungkan rudal balistik antarbenua, dan rudal balistik yang berpangkalan di kapal selam dan pembom besar yang membawa alat nuklir," katanya.
  
Medvedev mengatakan, penting untuk mencegah penempatan senjata strategis di luar perbatasan nasional atau di ruang angkasa dan menambahkan bahwa semua negara sebaiknya tidak dapat menambah kekuatan konvensional untuk ganti rugi bagi pengurangan senjata nuklir.
  
Pekan lalu, Kepala Staf Jenderal Rusia Nikolai Makarov mengatakan, Moskwa siap "secara signifikan" mengurangi arsenal nuklirnya jika perjanjian dicapai dengan AS.
Namun, penting untuk "membuat kalkulasi dengan hati-hati" dan melihat apakah Washington telah siap untuk menanggapi.
Comments (0)Add Comment

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley
Smiley

security code
Write the displayed characters


busy